Selasa, 05 Februari 2013

BAB III TIK Kelas X

Posted by Unknown on 08.08 with No comments

MANAJEMEN FILE

Pengertian manajemen file
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format
Manfaat Manajemen File
Dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak kita inginkan
Sasaran Manajemen File :
Pengelolaan file adalah kumpulan perangkat lunak sistem yang menyediakan layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan / atau aplikasi.
Biasanya satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah lewat sistem. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengakses data di tiap aplikasi. Sistem pun menyediakan pengendalian terhadap aset penting ini.
  1. 1. Sasaran sistem file adalah sebagai berikut :
    1. Memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai.
    2. Menjamin data pada file adalah valid.
    3. Optimasi kinerja.
    4. Menyediakan dukungan masukan/keluaran beragam tipe perangkat penyimpanan.
    5. Meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan atau perusahaan data.
    6. Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran.
    7. Menyediakan dukungan masukan/keluaran banyak pemakai di sistem multiuser.
Fungsi Manajemen File :
Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :
  1. Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
  2. Mekanisme pemakaian file secara bersama.
  3. Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan    atau dari upaya penghancuran informasi.
  4. Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
  5. Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
  6. Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.
  1. 2. Arsitektur Pengelolaan File :
Pengelolaan file, biasanya terdiri dari :
  1. Sistem Akses
Berkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.
  1. Manajemen file
Berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file seperti :
Penyimpanan
Pengacuan
Pemakaian bersama
Pengamanan
  1. Manajemen Ruang Penyimpan
Berkaitan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.
  1. Mekanisme Integritas File
Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tak terkorupsi. Manajemen Perangkat Masukan / Keluaran di Sistem Operasi : Device Driver
  1. 3. Sistem File
Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :
File
Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.
Direktori
Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.
  1. 4. File, Terhadap beragam pandangan mengenai file, yaitu :
a.         Pemakai :
  • Terhadap file pemakai berkepentingan memahami berikut :
  • Penamaan untuk file
  • Tipe file
  • Atribut file
  • Perintah-perintah untuk manipulasi file.
b.          Pemrograman :
Selain perlu memahami sebagai pemakai, pemrograman perlu memahami:
  • Operasi-operasi terhadap file
  • Perancang,Implementasi pengelolaan file
c.         Penamaan File :
Pemakai mengacu file dengan nama simbolik. Tiap file disistem harus mempunyai nama unik agar tidak ambigu. Penamaan file dengan nama direktori tempat file memberi nama unik. Tidak diperbolehkan nama file yang sama di satu direktori.
Penamaan file berbeda sesuai sistem. Terdapat dua pendekatan yaitu :
  • Sistem yang case – sensitive
  • Sistem case – intensive
  1. Terdapat tiga tipe di sistem operasi, yaitu :
1.    File Reguler, File berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan biner. File ASCII berisi baris teks. File biner adalah file yang bukan file ASCII. Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur internal yang hanya diketahui sistem operasi. Untuk file biner hasil program aplikasi, struktur internalnya hanya diketahui program aplikasi yangmenggunakan file tersebut.
2.    File Direktori, File direktori merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File direktori merupakan file berisi informasi-informasi mengenai file-file yang termasuk dalam direktori itu.
3.    File Spesial, File spesial merupakan nama logik perangkat masukan/keluaran. Perangkat masukan/keluaran dapat dipandang sebagai file. Pemakai dihindarkan dari kerumitan operasi perangkat masukan/keluaran.
File Spesial terbagi dua yaitu :
a.     File spesial karakter, File spesial karakter berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran aliran karakter file ini memodelkan perangkat masukan/keluaran seperti:
o   Terminal
o   Printer
o   Port jaringan
o   Modem dan alat –alat yang bukan penyimpan sekunder.
b.         File spesial blok, File spesial blok berhubungan dengan  perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan blok-blok data (berorientasi blok)
  1. Atribut File
Informasi tambahan mengenai file untuk memperjelas dan membatasi operasi-operasi yang dapat diterapkan. Atribut dipergunakan untuk pengelolaan file.
  1. Operasi pada file
o   Create : Menciptakan berkas
o   Delete : Menghapus berkasOpen : Membuka berkas untuk menyimpan proses selanjutnya
o   Close : Menutup berkas utuk menyimpan semua informasi ke berkas dan mendealokasikansumber daya yang digunakan
o   Read : Membaca data pada berkas
o   Write : Memodifikasi data pada berkas, yaitu pada posisi yang ditunjuk
o   Append : Menambah data pada berkas, merupakan operasi write yang lebih spesifik, yaitu di akhir berkas
o   Seek : Mencari lokasi tertentu, hanya berlaku untuk berkas akses lacak Get attributes Membaca atribut-atribut berkas, Set attributes Menuliskan (memodifikasi) atribut-atribut berkas
o   Rename : Mengganti nama berkas
  1. 5. Direktori
Direktori berisi informasi mengenai file. Direktori sendiri adalah file, dimiliki oleh sistem operasi dapat diakses dengan rutin sistem operasi. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
  1. 6. Shared File
Shared file adalah file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori (pemakai), tapi juga oleh direktori-direktori (pemakai) lain. Sistem file tidak lagi berupa pohon melainkan directed acyclic graph (DAG).
Masalah-masalah yang terdapat pada shared file adalah sebagai berikut :
  • Metode implementasi shared file
  • Metode pemberian hak akses pada shared file
    • Metode pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan yang secara simultan dilakukan pemakai-pemakai yang mengacu file. Persoalan pengaksesan simultan ini menyangkut integritas atau kogerensi data.
  1. 7. Sistem Akses File
Sistem akses merupakan pilihan, yaitu :
  • Dapat menjadi bagian dari sistem operasi atau
  • Sistem operasi sama sekali tidak mempunyai komponen sistem akses.
Cara akses perangkat penyimpanan :
Perangkap penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu:
1.           Perangkat akses sekuen (sequential access devices)
2.           Perangkat akses acak (random access devices)
3.          Perangkat akses sekuen, Proses harus membaca semua byte atau rekord file  secara berturutan mulai dari awal, tidak dapat meloncati dan membaca di luar uraian.
  1. 8. Organisasi File
Elemen pokok perancangan sistem akses adalah cara rekord-rekord diorganisasikan atau distrukturkan.
Beberapa kriteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah :
  1. Redundansi yang kecil
  2. Pengaksesan yang cepat
  3. Kemudahan dalam memperbaharui
  4. Pemeliharaan yang sederhana
  5. Kehandalan yang tinggi
Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :
  1. File pile (pile)
  2. File sekuen (sequential file)
  3. File sekuen berindeks (indexed-sequential file)
  4. File berindeks majemuk (multiple-indexed file)
  5. File ber-hash (hashed or direct file)
  6. File cincin (multi ring file)
Melakukan memanajemen file :

1. Cara Mengaktifkan Windows Explorer

1. Mengaktifkan Windows Eksplorer
Langkah yang digunakan untuk mengaktifkan atau menjalankan Wondows Explorer adalah sebagai berikut :
a. Klik tombol Start pada baris Taskbar
b. Arahkan pada pilihan All Program, Accessories, kemudian klik pilihan Windows Explorer. Jendela tampilan Windows Explorer akan terlihat.
Selain dengan cara tersebut diatas, mengaktifkan jendela Windows Explorer juga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Klik tombol Start pada baris Taskbar
2) Klik pilihan Run, kemudian kotak dialog Run akan terlihat dilayar.
3) Ketik Explorer pada bagian Open.
4) Klik tombol OK, kemudian jendela Windows Explorer akan terlihat dilayar.

Anda juga dapat menggunakan cara dengan menempatkan penunjuk mouse pada tombol Start, kemudian klik tombol mouse sebelah kanan, sehingga terlihat menu shortcut. Klik pilihan Explorer.
Tampilan jendela Windows Explorer, juga dapat dibuka melalui icon My Computer atau My Document pada layar desktop Windows XP. Pada jendela My Computer atau My Document tersebut, klik pilihan tombol Folder pada toolbar.
Tampilan jendela Windows Explorer terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian sebelah kiri yang berisi nama drive, folder dan subfolder. Sedangkan di sebelah kanan berisi isi dari folder atau sub folder yang dipilih.
Untuk merubah posisi dan batas antara bagian sebelah kiri dan kanan dapat dilakukan dengan menempatkan mouse pada batas kedua bagian tersebut, kemudian klik dan tahan selanjutnya geser sesuai dengan posisi yang diinginkan (draging).


a) Thumbnails : digunakan untuk menampilkan file gambar dalam bentuk gambar-gambar kecil.
b) Tiles : digunakan untuk menampilkan folder, nama file dan ukuran file serta keterangan program pembuat file tersebut dengan tampilan icon yang dihamparkan.
c) Icons : digunakan untuk menampilkan folder, nama file dengan bentuk tampilan icon.
d) List : digunakan untuk menampilkan folder dan file dengan bentuk tampilan hanya nama-namanya saja.
e) Details : digunakan untuk menampilkan folder dan nama file dengan informasi lengkap, yaitu nama file, ukuran, jenis file dan tanggal pembuatan/edit terakhir file tersebut.

2. Bekerja dengan Polder
Folder merupakan suatu tempat data atau program aplikasi. Dengan folder ini Anda dapat menempatkan data sesuai dengan kelompok dari data tersebut, sehingga memudahkan Anda dalam pencarian, menampilkan dan lain sebagainya.
1. Membuat Folder Baru
Langkah yang digunakan untuk membuat folder baru adalah :
a. Klik menubar File, New, kemudian klik pilhan Folder.
b. Ganti nama folder New Folder yang dibuat secara otomatis oleh Windows XP dengan nama folder yang sesuai dengan keinginan.
c. Anda dapat merubah nama folder New Folder tersebut dengan cara klik menubar File, Rename, kemudian ketik nama folder baru sesuai dengan keinginan.

2. Menghapus Folder
Langkah yang digunakan untuk menghapus folder yang tidak lagi dibutuhkan Anda adalah :
1) Klik folder yang akan Anda hapus
2) Tekan tombol Delete pada keyboard atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Delete. Misalnya anda akan menghapus folder Jaringan-01. Kotak dialog Confirm Folder Delete terlihat dilayar :
3) Apabila Anda yakin akan menghapus folder tersebut, maka klik tombol Yes.
Folder yang dihapus dengan perintah tersebut diatas, akan ditempatkan atau dipindahkan ke Recycle Bin.
Anda akan menghapus folder dengan tidak memindahkan folder tersebut pada Recycle Bin, maka gunakan tombol Shift bersamaan dengan tombol Delete pada keyboard.
Apabila Anda akan membatalkan penghapusan folder tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Delete (Ctrl+Z).
3. Mengganti Nama Folder
Langkah yang digunakan untuk mengganti nama folder yang lama dengan nama baru sesuai dengan keinginan Anda adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda rubah namanya.
2) Klik menubar View, kemudian klik pilihan Rename atau dengan menekan tombol fungsi F2 pada keyboard.
3) Ketik nama folder yang baru sesuai dengan keinginan.
4. Menyalin Folder
Langkah yang digunakan untuk menyalin atau menduplikat folder yang Anda inginkan adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy (Ctrtl+C).
3) Klik drive dan folder tempat hasil penyalinan folder tersebut.
4) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Paste (Ctrl+V).
Selain menggunakan perintah tersebut Anda dapat menggunakan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda salin.
2) Tekan tombol Ctrl, kemudian klik dan jangan dilepas tombol mouse (Draging) tersebut yang selanjutnya geser pada posisi tempat folder baru yang Anda inginkan.
3) Lepaskan tombol mouse, kemudian tombol Ctrl tersebut, apabila telah berada dalam posisi folder tujuan.
Menyalin folder yang Anda pilih ke drive atau folder lain dapat dilakukan juga dengan cara sebagai barikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy to Folder. Kotak dialog akan terlihat sebagai berikut :
3) Tentukan drive dan folder dari kotak dialog tersebut diatas, misalnya klik pilihan C-Media. Apabila Anda akan membuat folder tujuan yang baru, maka klik tombol make New Folder.
4) Klik tombol Copy untuk melakukan proses duplikat tersebut.
Apabila Anda akan membatalkan penghapusan folder tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Copy (Ctrl+Z).

5 Memindah Folder
Langkah yang digunakan untuk memindahkan folder yang Anda inginkan adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda pindahkan.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Cut (Ctrl+X).
3) Klik drive dan folder tempat hasil pemindahan folder tersebut.
4) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Paste (Ctrl+V)
Selain menggunakan perintah tersebut Anda dapat menggunakan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda pindahkan.
2) Klik dan jangan dilepas tombol mouse (Draging) tersebut, kemudian geser pada posisi tempat folder yang Anda inginkan.
3) Lepaskan tombol mouse tersebut, apabila telah berada dalam posisi folder tujuan.
Memindahkan folder yang Anda pilih ke drive atau folder lain dapat dilakukan juga dengan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama folder yang akan Anda pindahkan
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Move to Folder. Kotak dialog akan terlihat sebagai berikut :
3) tentukan drive dan folder dari kotak dialog tersebut diatas. Apabila anda akan mebuat folder tujuan yang baru, maka klik tombol Make New Folder.
4) Klik tombol Move untuk melakukan proses pemindahan folder tersebut.
6. Mempebaharui Tampilan Isi Folder
Memperbaharui tampilan isi suatu folder dimaksudkan agar tampilan tersebut sesuai dengan perubahan terakhir yang Anda lakukan. Untuk memperbaharui tampilan tersebut gunakan perintah dengan memilih menubar View, kemudian klik pilihan Refresh.
3. Bekerja dengan File
Windows Explorer ini digunakan untuk mengatur manajemen file yang berada dalam komputer sesuai dengan kebutuhan Anda. Proses yang digunanakan adalah menduplikat, menghapus, memindahkan dan mengganti nama file yang Anda pilih.
1. Memilih File
untuk memilih file digunakan salah satu cara berikut ini :
a) Click : digunakan untuk memilih satu file
b) Shift + Click : digunakan untuk memilih beberapa file secara berurutan, dengan cara klik nama file awal, kemudian tekan tombol Shift bersamaan dengan klik (Shift+Click) pada nama file yang akan dipilih terakhir.
c) Ctrl + Click : digunakan untuk memilih beberapa file secara bebas, dengan cara klik nama file tertentu, kemudian tekan tombol Ctrl bersamaan dengan klik (Ctrl+Click) pada nama file lain, dan lakukan hal yang sama untuk memilih nama file lain.
d) Klik menubar Edit, Select All (Ctrl+A) untuk memilh seluruh file dalam suatu folder.

2. Mengganti Nama File
Langkah yang digunakan untuk mengganti nama file adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda ganti.
a. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Rename atau dengan menekan tombol fungsi F2 pada keyboard.
b. Ketik nama file yang baru sesuai dengan keinginan
c. Akhiri dengan menekan tombol Enter atau klik tempat lain.
3. Menghapus Nama File
Langkah yang digunakan untuk menghapus nama file yang tidak lagi dibutuhkan adalah :
1) Klik nama file yang akan Anda hapus
2) Tekan tombol Delete pada keyboard atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Delete. Kotak dialog Confirm File Delete terlihat dilayar :
3) Apabila Anda yakin akan menghapus file tersebut, maka klik tombol Yes.
File yang dihapus dengan perintah tersebut diatas, akan ditempatkan atau dipindahkan ke Recycle Bin.
Apabila Anda akan membatalkan penghapusan file tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Delete (Ctrl+Z).
Anda akan menghapus file dengan tidak memindahkan file tersebut pada Recycle Bin. Dengan demikian Anda tidak dapat mengembalikan atau membatalkan penghapusan file tersebut. Cara yang digunakan adalah dengan menekan tombol Shift bersamaan dengan tombol Delete pada keyboard.
4. Menyalin Nama File
Langkah yang digunakan untuk menyalin atau menduplikat nama file yang Anda inginkan adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda Salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy (Ctrl+C)
3) Klik drive dan folder tempat hasil penyalinan file tersebut.
4) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Paste (Ctrl+V)
Selain menggunakan perintah tersebut Anda dapat menggunakan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda salin.
2) Tekan tombol Ctrl, kemduian klik dan jangan dilepas tombol mouse (draging), selanjutnya geser pada folder baru yang Anda inginkan.
3) Lepaskan tombol mouse, kemudian tombol Ctrl tersebut apabila telah berada dalam posisi folder tujuan.
Menyalin nama file yang Anda pilih ke drive atau folder lain dapat dilakukan juga dengan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda Salin
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy to folder.
3) Tentukan drive atau folder dari kotak dialog tersebut diatas sebagai tempat untuk menampung file tersebut. Apabila Anda akan membuat folder tujuan baru, maka klik tombol Make New Folder.
4) Klik tombol Copy untuk melakukan proses duplikat tersebut.
Apabila anda bermaksud untuk membatalkan duplikat atau copy file tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Delete (Ctrl+Z)
5. Memindah Nama File
Langkah yang digunakan untuk memindahkan nama file yang Anda inginkan adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda pindahkan.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Cut (Ctrl+X)
3) Klik drive dan folder tempat hasil pemindahan nama file tersebut.
4) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Paste (Ctrl+V)
Selain menggunakan perintah tersebut Anda dapat menggunakan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda pindahkan
2) Klik dan jangan dilepas tombol mouse (draging) tersebut, selanjutnya geser pada posisi folder sesuai dengan keinginan.
3) Lepaskan tombol mouse tersebut, apabila telah berada dalam posisi folder tujuan tersebut.
Memindahkan nama file yang Anda pilih ke drive atau folder lain dapat juga dilakukan dengan cara sebagai berikut :
2) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda pindahkan.
3) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Move to Folder, kotak dialog Move file akan terlihat dilayar.
4) Tentukan drive dan folder dari kotak dialog tersebut diatas sebagai tempat tujuan hasil pemindahan file tersebut. Apabila Anda akan membuat folder tujuan yang baru, maka klik tombol Make New Folder.
5) Klik tombol Move untuk melakukan proses pemindahan nama file tersebut.
Apabila Anda bermaksud untuk membatalkan pemindahan file tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Delete (Ctrl+Z)


6. Menyalin Nama File ke Floppy Disk
Langkah yang digunakan untuk menyalin atau menduplikasi nama file pada floppy disk di drive A: adalah sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy (Ctrl+C).
3) Klik floppy disk di drive A:
4) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Paste (Ctrl+V)
Selain menggunakan perintah tersebut Anda juga dapat menggunakan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda salin.
2) Tekan tombol Ctrl, kemudian klik dan jangan dilepas tombol mouse (draging) tersebut, selanjutnya geser pada posisi floppy disk di drive A:
3) Apabila telah berada dalam posisi disk di drive A: sebagai tujuan penempatan file tersebut, lepaskan tombol mouse, kemudian diikuti dengan melepaskan tombol Ctrl tersebut.
Menyalin nama file yang Anda pilih ke drive atau folder lain dapat dilakukan juga dengan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, klik nama file yang akan Anda salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian klik pilihan Copy to Folder. Kotak dialog Copy Items akan terlihat dilayar.
3) Tentukan floopy disk di drive A: sebagai tempat tujuan file tersebut.
4) Klik tombol copy untuk melakukan proses duplikat tersebut.
Apabila Anda bermaksud untuk membatalkan duplikat atau copy file tersebut, maka klik menubar Edit, Undo Delete (Ctrl+Z).
Apabila nama file yang akan dicopy pada suatu tujuan terdapat nama file yang sama, maka di layar akan terlihat kotak dialog berikut :
Klik tombol Yes untuk mengganti isi pada file lama dengan isi pada file terakhir yang akan dicopy.
Disamping itu menduplikat atau copy file pada floopy disk di drive A: dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Pada jendela Windows Explorer, pilih nama file yang akan Anda salin.
2) Klik menubar Edit, kemudian arahkan pada pilihan Send To.
3) Klik pilihan 3 ½ floppy (A:) sebagai tujuan duplikat file.

4. Menghapus File atau Folder secara Permanen
Langkah yang digunakan untuk menghapus file atau folder secara permanen adalah sebagai berikut :
a. Klik dua kali (Double Click) icon Recycle Bin pada layar desktop. Jendela recycle bin akan ditampilkan dilayar
b. Pilih nama file atau folder yang akan dihapus secara permanen.
c. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Delete. Atau klik tombol Delete pada keyboard. Kotak dialog Confirm Multiple File Delete akan terlihat dilayar.
d. Klik tombol Yes apabila Anda yakin akan menghapusny. Dengan perintah ini Anda tidak dapat mengembalikan nama file atau folder yang dihapus.

2. Membuat Folder

folder

Folder berfungsi untuk menyimpan beberapa file menjadi satu. Dalam kehidupan nyata, folder bisa diibaratkan sebuah tas yang dapat diisi beberapa barang atau banyak barang, dengan demikian orang akan lebih mudah membawa dan mengambilnya. Demikian juga folder, dalam satu folder bisa berisi berbagai macam file, seperti file office, gambar, aplikasi, dsb. Bahkan bisa juga sebuah folder berada di dalam folder yang lain.
Dengan mengelompokkan data atau file kedalam sebuah folder, maka akan memudahkan user untuk mencari dan menggunakan file tersebut. Dengan kata lain user akan lebih mudah memanagement data yang ada di komputer. Membuat folder baru bukanlah hal yang sulit dan memang tutorial ini ditujukan untuk beginning user. Baiklah, dibawah ini adalah cara membuat folder baru di windows xp, vista maupun windows 7.
  1. Buka windows explorer anda ( tekan tombol window + E)
  2. Pilih drive atau folder dimana folder baru akan dibuat.
  3. Pada panel sebelah kanan klik kanan pada ruang kosong
  4. Pilih new dan klik Folder.

 3. Mengubah Nama Folder

Seringkali terjadi ketika membuat folder, namanya tidak sesuai dengan keinginan atau terjadi adanya salah ketik nama. Jangan khawatir, karena nama folder dapat diperbaharui dengan proses yang sering disebut rename. Fasilitas rename ini terdapat pada menu Edit. Dan sebagai contoh, kita akan mencoba mengganti nama folder: Video menjadi Movie.
1). Klik folder yang akan diubah namanya.
2). Klik menu Edit.
3). Klik pilihan Rename.

4). Nama folder Video sekarang pada kondisi aktif dan siap diedit.
5). Ketikkan Movie untuk mengganti nama folder Video.
6). Tekan tombol Enter untuk mengakhiri proses rename.

Jika dilakukan dengan benar mengikuti langkah-langkah di atas, maka sekarang terlihat folder Video sudah berubah namanya menjadi Movie. Selain menggunakan menu, kita dapat mengganti nama folder dengan cara klik kanan folder yang akan diubah namanya, dan dilanjutkan dengan mengetik nama folder yang diinginkan.

4. Menghapus Folder

Tanpa disadari, mungkin kita telah menyimpan banyak file yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan lagi. Jika dibiarkan saja, maka file-file tersebut bisa jadi mengganggu kinerja PC karena “memakan” space dalam hard disk. Agar kinerja PC tidak terganggu, alangkah baiknya jika kita menghapus file-file yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Bagaimana caranya? Mudah saja, ikuti langkah-langkah berikut:
» Mulailah dengan menyeleksi file yang akan dihapus.
» Selanjutnya, klik-kanan file yang terseleksi kemudian pilih opsi Delete atau juga bisa langsung menekan tombol Delete pada keyboard.
» Seketika kita dihadapkan pada kotak dialog Confirm File Delete, langsung saja tekan tombol Yes.

Posted by Unknown on 00.41 with No comments

BAB II
SETTING  PERIPHERAL

 

Peripheral adalah peralatan tambahan komputer yang dibutuhkan untuk keperluan – keperluan lain.
Misalnya: Koneksi jaringan,mencetak,atau mengambil gambar.Sedangkan Peripheral sendiri meliputi printer,scanner,Modem,Network Card,dan lain sebagainya.
Mengenal Peripheral Komputer
Peripheral merupakan peralatan yang mendukung pekerjaan komputer.
Kegunaan peripheral dibagi menjadi 3 :
v     Peripheral utama(main peripheral) yaitu : Peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer.Contoh :  Monitor,keyboard,dan mouse.
v     Peripheral Pendukung(auxiliary peripheral) yaitu : Peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu . Contoh : Printer,sacnner,modem,webcam,dan lain-lain.
Berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung proses pengoperasian komputer dibagi menjadi:
1. Perangkat masukan (input) adalah perangkat yang digunakan untuk memasukan data atau perintah dalam komputer,seperti keyboard,mouse,scanner,digitizer,kamera digital,microphone,dan lainnya.
2. Perangkat Keluaran (output) adalah peralatan keluaran yang digunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan komputer,seperti,monitor,plotter,speaker,dan lain-lain.
Setting Printer Pada Komputer
Printer merupakan salah satu output  periheral komputer yang berfungsi untuk menampilkan hasil pekerjaan dalam bentuk  cetakan di atas kertas.
Jenis –Jenis Printer
Printer terdiri atas :
  • Dot Matrix Printers  meupakan jenis printer yang bekerja dengan cara hentakan Printer ini digunakan untuk mencetak slip gaji dan nota wartel.Printer ini berisi beberapa pin yang terdapat pada kepala printer  semakin banyak pin maka cetakannya semakin bagus yang diberi nama N ear Letter Quality (NL).adapun jumlah pin yang terdapat pada dot matrix  yaitu:9 pin,24 pin,48 pin.
  •  Inkjet Printers
Jenis printer ini tidak mengutamakan kecepatan  seperti halnya mencetak surat  di perkantoran dan dirumah.Printer ini bekerja dengan cara menyemprotkan cairan tinta ke kertas.Kualitas hasil printer di ukur dengan dots per inch (dpi) dan kecepatan mencetakannya diukur dengan pegas per minute(ppm).
Laser  Printers Jenis prniter yang menghasilkan cetakan yang baik dengan kecepatan tinggi. Cara kerja:
  • Kawat korona     : beraliran listrik yang membuat drum bermuatan positif.
  • Unit laser             : menyorotkan sinar pada permukaan drum yang berputar. Laser menggambarkan huruf atau citra yang akan di cetak sebagai sebuah muatan listrik – sebuah citra listrik statis.
  • Toner      : Di taburkan pada drum karena toner bermuatan positif  maka akan menempel pada drum yang bermuatan negatif .
  • Baki kertas           : memasukkan selembar kertas sehingga di giling oleh drum.
5.         Pemanasan (Fuser): Kertas yang telah menyalin citra itu di lewatkan pada fuser, yakni sepasang penggulung  yang di panaskan.

Instal Printer
Langkah – langkah setting atau pemasangan printer.
  1. Baca manual book dari printer untuk informasi awal printer,jika printer sudah dihubungkan dengan komputer,Lakukan langkah berikutnya.
  2. Pastikan komputer dalam keadaan tidak hidup.
  3. Pastikan juga catu daya printer belum terpasang.
  4.  Cek jenis konektor yang ada pada kabel data printer yang menuju ke komputer.
  5. Sambungkan kabel data printer ke komputer.
  6. Kemudian sambungkan catu daya,Nyalakan power printer.
  7.  Untuk mematikan printer,tekan tombol power.
  8.  
Tahap Instalasi Printer
Langkah – langkah  instalasi printer :
a)      Jika komputer melakukan deteksi  peripheral baru lepas,kabel USB yang tersambung pada komputer.
b)     Klik cancel untuk keluar dari layar.
c)      Matikan printer dengkan menekan tombol power kepada printer.
d)     Nyalakan komputer,kemudian masukkan CD – Driver kedalam CD –ROM dan pengaturan program akan berjalan secara otomatis.Ketika isi program  pada CD-ROM muncul,klik dua kali MSEPTU4EXE.Langkah otomatis pada layar akan muncul pada layar aka muncul,klik Run Mseptu4 tamplan kontrol pegguna mucul pada layar klik continue.
e)      Konfirmasi daerah, klik daerah tempat tinggal kita pada jendela kofirmai, klik next.
f)       Kemudian klik Easy instal, driver aplikasi perangkat lunak, dan semua tampilan manual.
g)      Klik instal  kemudian klik yes untuk melanjutkan instalasi.
h)     Ketika tampilan hubungn alat cetak muncul, sambungkanlah salah satu kabel USB pada komputer kabel yang lain ke printer. Kemudian nyalakan printer.

C. SETTING MONITOR
Setting tampilan monitor di sebut dengan istilah display.
Untuk membuka setting display caranya :
  1. Klik tombol start.
  2. Klik control panel.
  3. Kik display.

MENGGANT WALLPAPER
Wallpaper adalah gambar latar pada tampilan dekstop.
Untuk mengganti wallpaper pada windows 7 caranya :
a.      Masuk display properties.
b.      Klik tab dekstop.
c.       Pilih gambar yang di sediakan pada listbox.
d.      Kemudian muncul jendela browser tentukan letsk penyimpanan gambar pada combo box look In.
e.       Pilih gambar dan klik open  jika sudah  selesai.
f.        Atur posisi gambar pada combo box  position.
g.      Setelah selesai klik aplly kemudian Ok.


Selasa, 22 Januari 2013

Tata Krama Berpakaian

Posted by Unknown on 21.48 with No comments
Tata Krama Berpakaian/ 
a. Fungsi Pakaian
Ada tiga macam fungsi pakaian, yakni sebagai penutup aurat, untuk menjaga kesehatan, dan untuk keindahan. Tuntunan Islam mengandung didikan moral yang tinggi. Dalam masalah aurat, Islam telah menetapkan bahwa aurat lelaki adalah antara pusar samapi kedua lutut. Sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
Mengenai bentuk atau model pakaian, Islam tidak memberi batasan, karena hal ini berkaitan dengan budaya setempat. Oleh karena itu, kita diperkenankan memakai pakaian dengan model apapun, selama pakaian tersebut memenuhi persyaratan sebagai penutup aurat.
Pakaian merupakan penutup tubuh untuk memberikan proteksi dari bahaya asusila, memberikan perlindungan dari sengatan matahari dan terpaan hujan, sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri seseorang, dan sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang. Dahulu, pakaian yang sopan adalah pakaian yang menutup aurat, dan juga longgar sehingga tidak memberikan gambaran atau relief bentuk tubuh seseorang terutama untuk kaum wanita. Sekarang orang-orang sudah menyebut pakaian seperti itu sudah dibilang kuno dan tidak mengikuti mode zaman sekarang atau tidak modis. Timbul pakaian you can see atau sejenis tanktop, dll. Yang uniknya, semakin sedikit bahan yang digunakan dan semakin ketat pakaian tersebut maka semakin mahal pakaian tersebut. Ada seseorang yang berkata sedikit mengena, “Anak jaman sekarang bajunya kayak baju anak kecil, pantesan saya nyari baju anak rada susah, berebut ama orang dewasa.” Memang tidak salah dia mengatakan hal seperti itu, toh, itu memang kenyataan. Padahal jika kita tidak bisa menjaga aurat kita, kita akan kerepotan. Sangat tidak mungkin kita akan mengumbar aurat di depan umum, jika hal tersebut dilakukan, maka kita bisa disebut gila. Mau tidak anda disebut gila?
Anehnya, sekarang banyak kaum wanita terutama muslimah yang belomba-lomba untuk memakai pakaian yang katanya modis tersebut. Pakaian tersebut sebenarnya digunakan oleh para (maaf) PSK dan WTS untuk memikat pelanggan, akan tetapi seiring perkembangan waktu, fungsi pakaian tersebut sudah berubah untuk memikat lawan jenis, sehingga semakin terpikat lawan jenis, semakin banyak pula kasus tindakan asusila yang sering kita baca di media cetak, elektronik, atau mungkin kita pernah melihat atau mengalaminya sendiri. Pelecehan seksual ada di mana-mana. Tidakkah para mukminin dan mukminat telah diperintahkan oleh Allah di dalam kitab nan suci, al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 26: (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf : 26)
Atau Q.S. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya : (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: Hai para Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 29)
Tapi mengapa kaum hanya kaum wanita saja yang dibahas? Ya, karena wanita adalah manusia yang paling dijaga harga dirinya oleh Allah SWT. Sudah dijaga koq masih tidak bersyukur?
Coba pikirkan, sangat sayangnya Allah kepada wanita, Allah Yang Maha Penyayang sampai-sampai membahas hal-hal sekecil itu. Maka dari itu marilah kita menjaga harga diri wanita muslimah kita demi tercapainya masa depan yang cerah.
b. Adab Berpakaian
Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Kedua cara tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:
صِنْقَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِ لَمْ اَرَهُمَا قَوْمٌ سِيَاطٌ كَا الاَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ . وَ نِسَاءٌ كَا سِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ رَؤَوْسَهُنَّ كَأَشْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلاَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَ لاَ يَخِذْ نَ رِيْحَهَا لَيُوْخَذُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذاً وَ كَذاً (رواه مسلم)
Artinya: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)
Ada dua maksud yang menjadi kesimpulan pada hadits ini, yaitu sebagai berikut:
    1. Maksud kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi ialah perempuan-perempuan yang suka menggunakan rambut sambungan (cemara dalam bahasa jawa), dengan maksud agar rambutnya tampak banyak dan panjang sebagaimana wanita lainnya. Selanjutnya, yang dimaksud rambutnya seperti atau sebesar punuk unta adalah sebutan bagi wanita yang suka menyanggul rambutnya. Kedua macam cara tersebut (memakai cemara dan menyanggul) termasuk perkara yang tecela dalam Islam
    2. Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka menempelkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai penutup aurat. Oleh karena itu, mereka dikatakan telanjang. Pada zaman modern seperti sekarang ini, amat banyak manusia (perempuan) mengenakan pakaian yang amat tipis sehingga warna kulitnya tampak jelas dari luar. Sementara itu banyak pula perempuan yang memakai pakaian relatif tebal, namun karena sangat ketat sehinga bentuk lekuk tubuhnya terlihat jelas. Kedua cara berpakaian seperti itu (terlampau tipis dan ketat) termasuk perkara yang dilarang dalam Islam.
Ciri-ciri pakaian wanita Islam di luar rumah ialah:
  • Pakaian itu haruslah menutup aurat sebagaimana yang dikehendaki syariat.
  • Pakaian itu tidak terlalu tipis sehingga kelihatan bayang-bayang tubuh badan dari luar.
  • Pakaian itu tidak ketat atau sempit tapi longgar dan enak dipakai. la haruslah menutup bagian-bagian bentuk badan yang menggiurkan nafsu laki-laki.
  • Warna pakaian tsb suram atau gelap seperti hitam, kelabu asap atau perang.
  • Pakaian itu tidak sekali-kali dipakai dengan bau-bauan yang harum
  • Pakaian itu tdak ‘bertasyabbuh’ (bersamaan atau menyerupai)dengan pakaian laki-laki yaitu tidak meniru-niru atau menyerupai pakaian laki-laki.
  • Pakaian itu tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir dan musyrik.
  • Pakaian itu bukanlah pakaian untuk bermegah-megah atau untuk menunjuk-nunjuk atau berhias-hias.
Aurat perempuan yang merdeka (demikian juga khunsa) dalam sholat adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan yang lahir dan batin hingga pergelangan tangannya. Oleh karena itu jika nampak rambut yang keluar ketika sholat atau nampak batin telapak kaki ketika rukuk dan sujud, maka batallah sholatnya.
Aurat perempuan merdeka di luar sholat Di hadapan laki-laki ajnabi atau bukan muhram
Yaitu seluruh badan. Artinya, termasuklah muka, rambut, kedua telapak tangan (lahir dan batin) dan kedua telapak kaki (lahir dan batin). Maka wajiblah ditutup atau dilindungi seluruh badan dari pandangan laki-laki yang ajnabi untuk mengelakkan dari fitnah. Demikian menurut mahzab Syafei.
Di hadapan perempuan yang kafir Auratnya adalah seperti aurat bekerja yaitu seluruh badan kecuali kepala, muka, leher, dua telapak tangan sampai kedua siku dan kedua telapak kakinya. Demikianlah juga aurat ketika di hadapan perempuan yang tidak jelas pribadi atau wataknya atau perempuan yang rosak akhlaknya.
Ketika sendirian, sesama perempuan dan laki-laki yang menjadi muhramnya Auratnya adalah di antara pusat dan lutut Walau bagaimanapun, untuk menjaga adab dan untuk memelihara dan berlakunya hal yang tidak diingini, maka perlulah ditutup lebih dari itu agar tidak menggiurkan nafsu. Ini adalah penting untuk menghindarkan fitnah.
Salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh kebanyakan manusia dalam kesehariannya adalah melepas dan memakai pakaian baik untuk tujuan pencucian pakaian, tidur, atau yang selainnya. Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan melepas dan memakai pakaian adalah sebagai berikut : Mengucapkan Bismillah. Hal itu diucapkan baik ketika melepas maupun memakai pakaian. Imam An-Nawawy berkata : “Mengucapkan bismillah adalah sangat dianjurkan dalam seluruh perbuatan”. Memulai Dengan Yang Sebelah Kanan Ketika Akan Memakai Pakaian. Berdasarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Apabila kalian memakai pakaian maka mulailah dengan yang sebelah kanan”.
c. Kaum Lelaki Dilarang Memakai Cincin Emas dan Pakaian Sutra
Dalam hal ini, cincin emas dan pakaian sutra yang dipakai oleh kaum lelaki, Khalifah Ali r.a pernah berkata:
نَهَاتِى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَنِ التَّخَتُمِ بِالذَّهَبِ وَ عَنْ لِبَاسِ الْقَسِّى وَ عَنْ لِبَاسِ الْمُعَصْفَرِ (رواه الطبرانى)
Artinya: “ Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan ashfar.” (HR Thabrani)
Yang dimaksud dengan ashfar ialah semacam wenter berwarna kuning yang kebanyakan dipakai oleh wanita kafir pada zaman itu. Ibnu umar meriwayatkan sebagai berikut:
رَأَى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ فَقَالَ : اِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا
Artinya: “Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengn ashfar maka sabda beliau: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai.
Larangan bagi laki-laki memakai cincin emas dan pakaian dari sutra adalah suatu didikan moral yang tinggi. Allah telah menciptakan kaum lelaki yang memiliki naluri berbeda dengan perempuan, memiliki susunan tubuh yang berbeda dengan tubuh perempuan. Lelaki memiliki naluri untuk melindungi kaum perempuan yang relatif lemah kondosi fisiknya. Oleh sebab itu, sangat tidak layak kiranya apabila lelaki meniru tingkah laku perempuan yang suka berhias dan berpakaian indaah serta suka dimanja. Dari sisi lain, larangan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap sikap hidup bermewah-mewahan, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
3. Tata Krama Berhias
Pada hakikatnya Islam mencintai keindahan selama keindahan tersebut masih berada dalam batasan yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama.
Beberapa ketentuan agama dalam masalah berhias ini antara lain sebagai berikut:
  1. Laki-laki dilarang memakai cincin emas
Sebagaimana larangan yang ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap Ali r.a
  1. Jangan bertato dan mengikir gigi
Pada zaman jahiliyah banyak wanita Arab yang menato sebagian besar tubuhnya, muka dan tangannya dengan warna biru dalam bentuk ukiran. Pada zaman sekarang ini (khususnya di lingkungan masyrakat kita) bertato banyak dilakukan oleh kaum lelaki. Dengan bertato ini, mereka merasa mempunyai kelebihan dari orang lain.
Adapun yang dimaksud dengan mengikir gigi ialah memendekkan dan merapikan gigi. Mengikir gigi banyak dilakukan oleh kaum perempuan dengan maksud agar tampak rapi dan cantik. Rasulullah SAW bersabda;
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص م اَلْوَاشِمَةَ وَ الْمُشْتَوْشِمَةَ وَ اْلوَاشِرَةَ وَ اْلمُشْتَوْشِرَةَ (رواه الطبرانى)
Artinya: “Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menato dan yang minta ditato, yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.” (HR At Thabrani)
  1. Jangan menyambung rambut
Selain hadits yang tersebut didepan (dalam hal menyambung rambut) terdapat pula riwayat sebagai berikut:
سَاَلَتْ اِمْرَاَةَ النَّبِيَّ ص م فَقَالَتْ يَا رَسُوِلُ اللهِ اِنَّ ابْنَتِي اَصَابَتْهَا الْحِصْيَةُ فَاَمْرَقَ شَعْرُهَا وَاِنِّي زَوَّجْتُهَا اَفَأَصِلُ فِيْهِ؟ فَقَالَ : لَعَنَ اللهِ الْوَاصِلَةَ وَ الْمُسْتَوْصِلَةَ (زواه البجارى)
Artinya: “Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: Ya Rasulullah, sesunguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?. Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya.” (HR Bukhari)
  1. Jangan berlebih-lebihan dalam berhias
Berlebih lebihan ialah melewati datas yang wajar dalam menikmati yang halal. Berhias secara berlebih-lebiha cenderung kepada sombong dan bermegah-megahan yang sangat tercela dalam Islam. Setipa muslim dan muslimat harus dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kesombongan, baik dalam berpakaian maupun dalam berhias bentuk yang lain. Memoles wajah dengan bahan make-up terlampau banyak serta menggunakan perhiasan emas pada leher, kedua tangan dan kedua kaki secara mencolok termasuk berlebih-lebihan. Perbuatan yang demikian itu tidak lain adalah bermaksud untuk menarik perhatian pihak lain, terutama lawan jenisnya. Apabila yang dimaksudkan adalah untuk menarik perhatian suaminya maka hal itu baik untuk dilakukan. Akan tetapi, apabila yang dimaksud itu semua orang (selain suami) maka hal itu termasuk perbuatan yang dialranga dalam Islam. Selain menjurus kepada sikap sombong, berlebih-lebihan termasuk perbuatan tabzir, sedangkan tabzir dilarang oleh Allah SWT. (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: “26) Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Isra : 26-27)
Bertatakrama Dalam Bertamu dan Menerima Tamu
4. Tata Krama Bertamu
Bertamu adalah salah satu cara untuk menyambung tali persahabatan yang dianjurkan oleh Islam. Islam memberi kebebasan untuk umatnya dalam bertamu. Tata krama dalam bertamu harus tetap dijaga agar tujuan bertamu itu dapat tercapai. Apabila tata krama ini dilanggar maka tujuan bertamu itu justru akan menjadi rusak, yakni merenggangnya hubungan persaudaran.. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat.
Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isya’, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nur : 58)
Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan. Lazimnya, orang yang beristirahat hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka. Apabila budak dan anak-anak kecil saja diharuskan meminta izin bila akan masuk ke kamar ayah dan ibunya, apalagi orang lain yang bertamu. Bertamu pada waktu-waktu tersebut tidak mustahil justru akan menyusahkan tuan rumah yang hendak istirahat, karena terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.
5. Cara Bertamu yang Baik
Cara bertamu yang baik menurut Islam antara lain sebagai berikut:
  1. Berpakaian yang rapi dan pantas
Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: “Jika kamu berbua baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….” (QS Al Isra : 7)
  1. Memberi isyarat dan salam ketika datang
Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS An Nur : 27)
Diriwayatkan bahwa:
اِنَّ رَجُلاً اِسْتَأْذَنَ عَلى النَّبِيِّ ص م وَ هُوَ فِى بَيْتٍ فَقَالَ : “اَلِجُ” فَقَالَ النَّبِيُّ ص م لِجَادِمِهِ : اُخْرُجْ اِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الاِسْتِأْذَانَ فَقَلَ لَهُ : قُلْ “السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْ” فَسَمِعَهُ الرِّجَلْ فَقُلْ “السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْ” فَاَذِنَ النَّبِيُّ ص م قَدْ دَخَلَ (رواه ابو داود)
Artinya: “Bahwasanya seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau ada di dalam rumah. Katanya: Bolehkah aku masuk? Nabi SAW bersabda kepada pembantunya: temuilah orang itu dan ajarkan kepadanya minta izin dan katakan kepadanya agar ia mengucapkan “Assalmu alikum, bolehkah aku masuk” lelaki itu mendengar apa yang diajarkan nabi, lalu ia berkata “Assalmu alikum, bolehkah aku masuk?” nabi SAW memberi izin kepadanya maka masuklah ia. (HR Abu Daud)
  1. Jangan mengintip ke dalam rumah
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Dari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuh lubang pintu rumah Rasulullah SAW dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkanuntuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.” (HR Bukhari)
  1. Minta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali
Jika telah tiga namun belum ada jawaban dari tuan rumah, hendaknya pulang dahulu dan datang pada lain kesempatan.
  1. Memperkenalkan diri sebelum masuk
Apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya: “dari Jabir ra Ia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Nabi SAW bertanya: “Siapakah itu?” Aku menjawab: “Saya” Beliau bersabda: “Saya, saya…!” seakan-akan beliau marah” (HR Bukhari)
Kata “Saya” belum memberi kejelasan. Oleh sebab itu, tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya
  1. Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita
Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya. Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedangkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahay bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja.
  1. Masuk dan duduk dengan sopan
Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendajnya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas. Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah. Tamu dapat dinilai sebagai orang yang tidak sopan, bahkan dapat pula dikira sebagai orang jahat yang mencari-cari kesempatan. Apabila tamu tertarik kepada sesuatu (hiasan dinding misalnya), lebih ia berterus terang kepada tuan rumah bahwa ia tertarik dan ingin memperhatikannya.
  1. Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati
Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah mempersilahkan dirinya.
  1. Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya: “Jika seseorang diantara kamu hendak makan maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu.” ( HR Abu Daud dan Turmudzi)
  1. Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memili
Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan, tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan berhalangan). Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja. Mkelainkan dalam berbagai suasana, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain
  1. Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran
Sementara ada orang yang merasa malu apabila piring yang habis digunakan untuk makan tampak bersih, tidak ada makann yang tersisa padanya. Mereka khawatir dinilai terlalu lahap. Islam memberi tuntunan yang lebih bagus, tidak sekedar mengikuti perasaan manusia yang terkadang keliru. Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada pring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya.
  1. Segeralah pulang setelah selesai urusan
Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung. Hendaknya dihindari pembicraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Tamu yang bijaksana tidak suka memperpanjang waktu kunjungannya, ia tanggap terhadap sikap tuan rumah. Apabila tuan rumah tekah memperhatikan jam, hendaknya tamu segera pamit karena mungkin sekali tuan rumah akan segera pergi atau mengurus masalah lain. Apabila tuan ruamh menghendaki tamunya untuk tetap tinggal dahulu, hendaknya tamu pandai-pandai membaca situasi, apakah permintaan itu sungguh-sungguh atau hanya sekadar pemanis suasana. Apabila permintaan itu sungguh-sungguh maka tiada salah jika tamu memperpanjang masa kunjungannya sesuai batas kewajaran.
6. Lama Waktu Bertamu Maksimal Tiga Hari Tiga Malam
Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran bertamu selama tiga hari tiga malam. Waktu twersebut dikatakan sebagai hak bertamu. Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu, kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamuhnya.
7. Tata Krama Menerima Tamu
a. Kewajiban Menerima Tamu
Sebagai agama yang sempurna, Islam juga memberi tuntunan bagi uamtnya dalam menerima tamu. Demikian pentingnya masalah ini (menerima tamu) sehingga Rasulullah SAW menjadikannya sebagai ukuran kesempurnaan iman. Artinya, salah satu tolak ukur kesempurnaan iman seseorang ialah sikap dalam menerima tamu. Sabda Rasulullah SAW:
مَنْ كَاَنَ يُؤْمِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ الاَخِرِ فَالْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رواه البخارى)
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari)
b. Cara Menerima Tamu yang Baik
1) Berpakaian yang pantas
Sebagaimana orang yang bertamu, tuan rumah hendaknya mengenakan pakaian yang pantas pula dalam menerima kedatangan tamunya. Berpakaian pantas dalam menerima kedatangan tamu berarti menghormati tamu dan dirinya sendiri. Islam menghargai kepada seorang yang berpakaian rapih, bersih dan sopan. Rasululah SAW bersabda yang artinya: “Makan dan Minunmlah kamu, bersedekahlah kamu dan berpakaianlah kamu, tetapi tidak dengan sombong dan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah amat senang melihat bekas nikmatnya pada hambanya.” (HR Baihaqi)
2) Menerima tamu dengan sikap yang baik
Tuan rumah hendaknya menerima kedatangan tamu dengan sikap yang baik, misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya. Sekali-kali jangan acuh, apalagi memalingkan muka dan tidak mau memandangnmya secara wajar. Memalingkan muka atau tidak melihat kepada tamu berarti suatu sikap sombong yang harus dijauhi sejauh-jauhnya.
3) Menjamu tamu sesuai kemampuan
Termasuk salah satu cara menghormati tamu ialah memberi jamuan kepadanya.
4) Tidak perlu mengada-adakan
Kewajiban menjamu tamu yang ditentukan oleh Islam hanyalah sebatas kemampuan tuan rumah. Oleh sebab itu, tuan rumah tidak perlu terlalu repot dalam menjamu tamunya. Bagi tuan rumah yang mampu hendaknya menyediakan jamuan yang pantas, sedangkan bagi yang kurang mampu henaknya menyesuaikan kesanggupannya. Jika hanya mampu memberikan air putih maka air putih itulah yang disuguhkan. Apabila air putih tidak ada, cukuplah menjamu tamunya dengan senyum dan sikap yang ramah
5) Lama waktu
Sesuai dengan hak tamu, kewajiban memuliakan tamu adalah tiga hari, termasuk hari istimewanya. Selebihnya dari waktu itu adalah sedekah baginya. Sabda Rasulullah SAW:
اَلضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ اَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَالِكَ فَهُوَ صَدَقَةُ عَلَيْهِ (متفق عليه)
Artinya: “ Menghormati tamu itu sampai tiga hari. Adapun selebihnya adalah merupakan sedekah baginya,.” (HR Muttafaqu Alaihi)
6) Antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang
Salah satu cara terpuji yang dapat menyenangkan tamu adalah apabila tuan rumah mengantarkan tamunya sampai ke pintu halaman. Tamu akan merasa lebih semangat karena merasa dihormati tuan rumah dan kehadirannya diterima dengan baik.
c. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumahnya tanpa izin suaminya
Larangan ini bermaksud untuk menjaga fitnah dan bahaya yang mungkin terjadi atas diri wanita tersebut. Allah berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)
Artinya: ”…Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada SAW lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena SAW telah memelihara (mereka)…” (QS An Nisa : 34
Rasulullah SAW bersabda;
اَلْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ هِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَاعِيَتِهَا (رواه احمد و البجارى و مسلم و ابو داود و الترمدى و ابن عمر)
Artinya: “ Wanita itu adalah (ibarat) pengembala di rumah suaminya. Dia akan ditanya tentang pengembalaannya (dimintai pertanggung jawaban).” (HR Ahmad, bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Umar)
Oleh sebab itu, tamu lelaki cukup ditemui diluar rumah saja, atau diminta datang lagi (jika perlu) saat suaminya telah pulang bekerja. Membiarkan tamu lelaki masuk ke dalam rumah padahal dia (wanita tersebut) hany seorang diri, sama saja dengan membuka peluang besar akan timbulnya bahaya bagi diri sendiri. Bahaya yang dimaksud dapat berupa hilangnya harta dan mungkin sekali akan timbul fitnah yang mengancam kelestarian rumah tangganya.

Senin, 14 Januari 2013

Posted by Unknown on 18.34 with No comments

OPERASI DASAR KOMPUTER

  Komponen-komponen komputer
Komponen dasar yang terdapat pada system komputer tediri dari :
       1)    Hardware (perangkat keras) merupakan perangkat keras yang terdapat pada system komputer. Hardware terdiri dari beberapa bagian, sepeti :
a.    Alat input       :  keyboard,mouse,dll
b.    Alat proses      : CPU ( Central Processing Unit ) dan media Penyimpanan.
c.    Alat Output    :  Monitor dan Printer.
       2)    Software ( perangkat lunak ) merupakan suatu program yang berisi intruksi-intruksi ( perintah ) yang tertulis dalam bahasa komputer yang dimengerti oleh hardware komputer. Salah satu jenis softwareyaitu :
a.  Software Operating System, yaitu perangkat lunak dasar yang berfungsi sepenuhnya untuk mengendalikan system komputer.
Fungsi utama dari system operasi antara lain :
·      Sebagai manajemen proses
·      Sebagai sumber daya
·      Sebagai manajemen data
Yang termasuk system operasi diantaranya :
·      DOS ( Disk Operating System )
·      Windows
·      Macintosh/Mac OS
·      Novell Netware
·      BeOS
·      OS/2
·      Palm OS
·      UNIX
·      LINUX
       3).   Brainware ( User, Operator, Administrator )
·      User/Operator      :    Orang yang mampu mengoperasikan komputer
·      Administrator      :    Orang yang mengatur/merancang system kerja, urutan kerja, pengelolaan data sampai dengan output.